Saturday, January 16, 2010

suami asik...

Mmmm..tenang2 kali ini saya bukan mau nulis khayalan2 tentang suami terbaik untuk saya. Tapi yg saya mau tulis sekedar apresiasi terhadap seseorang, lelaki yang memperistri sahabat saya. Yang secara ga langsung,ikut menjadi sahabat.

diantara selusin,yak..sekitar selusin, sahabat saya, sebagian besar diantaranya sudah menikah.

Berhubung dunia para sahabat berbeda2 dan terpisah2,suami2pun beragam tipenya. Ada yg cuek bgt sampai yg kebangetan perhatian bgt sampai kudu selalu hadir dan stand by kalo ketemuan. Which is not wrong at all, but not kinda husband i would have;)

Objek gw kali ini adalah suami sulung. sulung dalam artian, beliau pria pertama yg menikahi salah satu diantara kami. :)

Beliau juga suami sahabat favorit saya;sikapnya selalu ramah dan akrab kepada sahabat istrinya(which is me n the others),ga pernah sekalipun ketemu beliau dengan sikap ga enak. selalu friendly. Rumah mereka selalu terbuka buat jadi markas ketemuan. Dan Mr.Sulung ini dengan ramahnya menjamu berulang2 dan meninggalkan kami untuk ngelepas kangen dan tuker cerita sampe curhat panjang lebar. Ga pernah ribet untuk ngintilin istrinya kemana2,tapi standby untuk antar jemput. Saya selalu tetep merasa punya ruang rahasia buat curhat sama istrinya. Oh iya, sikapnya selalu low profile, bahkan si M, si tuan curiga, pun menghormatinya.

Saya ga bilang suami yg jd ekor itu buruk. Itukan pilihan dan selera masing2 perempuan.Saya suka M yg Protektif/posesif.Tapi kalo selalu nungguin saya buat ketemuan sama sahabat2perempuan? Thank God, he did'nt.



Semoga, saat M menjadi suami saya nanti, dy pun akan menjadi suami sahabat yg baik buat sahabat2 perempuan saya. Dan saya ga jadi istri lebaynya dan mampu menjadi istri sahabat yang baik buat para sahabatnya.

Dan mungkin saat suami berpotensi jadi great husband(yg bersedia memberikan ruang untuk sahabat perempuan),justru sang istrilah yg menghalangi. Manja, ga mau ditinggal HARUS selalu antar jemput seakan2 semua sopir taksi itu penjahat penculik istri orang dan ga bisa sendirian sama sekali. Ah, whatever.. Semoga sahabat saya ga ada yg masuk golongan istri lebay. Kalopun ada, sayang bgt,mereka menciptakan jurang persahabatan.

ah,udah deh cheii..
persahabatan itu kan ga nuntut!
yeah,Am right.
Ga peduli betapa menyebalkannya suami2 kalian, atau lebaynya kalian saat jadi istri seseorang.. I will be there when you need me ALONE. And M will sincerely lend his time to be not around me. I know he will, and please remind me if he's not.



love u my ladies...
Inget! Jangan lupa mati2in stop kontak kompi/printer/lampu/AC dihari jumat/menjelang wiken. Mari Hemat listrik!!

Sunday, January 10, 2010

Ups..Sahabat..

Salah seorang sahabat ngerasa dan tersinggung ma tulisan gw kemarin, which i did not notice since i dont check out FB notes since last Friday.

Awal mulanya ga ngeh bgt kenapa sahabat gw ini tersinggung. Bahkan sampai mengumumkan bahwa kehilangan sahabat segala..:) Ternyata eh ternyata, beliau tersinggung karena abis ngebecandain salah satu sahabatnya dengan kata2 yg serupa yg gw sindir di blog gw sebelumnya.

Duh. Bodohnya gw ga ngeh. Dan gw juga lupa menjelaskan bahwa ya kalo ke antar sahabat deket sendiri, mau becanda kayak gimana juga ya ga masalah. Toh, sahabat sendiri ini, batasan becandaan ya antar sahabat lah yg tau, dan batasannya tidak bisa ditentukan orang lain. Contohnya, gw biasa cela2an sama Yunita, dimana dy suka bilang: "I hate you" trus gw bales "I hate you too..." ato malah dy sering nyeplos; SINTING LO Ye... Kemaruk! dll... gw juga ngebales dengan kegilaan serupa. Tapi becandaan seperti itu ga akan gw keluarkan ke Mpi, bisa2 kupingnya panas dan gw ditampol sama suaminya..xixixi...*becanda deng...suaminya baikkkkkk bgt koq...:)


Klo gw pribadi sih, celaan sekeji apapun, selama dari seseorang yg gw anggep sahabat, pasti bikin gw ketawa. Dan kemarahan yang dibicarakan diruang pribadi dengan sopan, pasti gw hormati setinggi2nya.

Intinya, gw berusaha menyesuaikan. Sahabat baik itu susah bgt dipertahaninnya. Punya sahabat yg tulus dan bisa dipercaya juga susah kita temuin. Kadang ada orang yg ingin sekali gw percaya bahwa dia baik(karena berkerudung/rajin ibadah), tapi kenyataannya terbukti melakukan hal2 yang buruk ke gw dan sahabat2 gw(menjebak/&memfitnah/&menghakimi sepihak).
Yang jadi masalah kalo ngebecandain org yg ga gitu deket sama kita dan ga kita tau story-nya. Itu maksud gw.



Beruntungnya gw punya sahabat2 yang berhati bening dan yang bisa dijadikan cermin.

Yang bening yang selalu mengingatkan kebaikan, meniupkan kata2sejuk seperti; Sabar, tawakal dan maafkan. Mencontohkan kata maaf dengan penuh kemakluman dan kedamaian serta memberi contoh kasih sayang dan kesabaran.

Yang cermin, selalu bersikap apa adanya, mereka bilang gw monyet saat gw bersikap seperti monyet,tidak menasihati panjang lebat tapi memperingatkan secara singkat. Lebih masuk ke gw, sebenernya. Membenarkan sekaligus membatasi kemarahan gw, tapi membuat reda emosi gw dan merasa jauh lebih baik setelahnya. Bantuin gw memaki-maki, menertawakan dan tidak menyampaikannya pada siapapun. Case closed.



Akhirnya, buat yang nganggep gw sahabatnya, gw ucapkan terimakasih sebesar2nya udah mewarnai hari2 gw bahkan dengan ketiadaan. Hanya dengan mengingat bahwa kalian ada disuatu tempat dan berbahagia, sudah cukup bikin gw ikutan bahagia juga. Daaaaaaaannn...maaf sebesar2nya kalo kadang2 gw jadi cermin buram.Dan lebih memilih berdebat untuk menyelesaikan masalah yang memang harus diselesaikan.

Ciao. Mari berusaha jadi sahabat sejati.

Wednesday, January 6, 2010

Buat yg udah nikah..



Gw melihat orang lain menikah, baik sahabat/kenalan/teman. Gw melihat mereka bahagia. Gw melihat hal-hal yang indah, menyenangkan dan positif dalam pernikahan gw nanti sama M. Gw pun yakin, M dan gw akan lebih bahagia lagi bersama2 setelah kami menikah.

Sahabat2 gw dan teman2 dekat gw dan M pun terlihat lebih bahagia setelah menikah. Mereka jelas terlihat lebih menikmati hubungan dan hidup mereka. Walaupun disaat mereka tidak menunjukkannya.

Tapi ada hal yg bikin gw males ngeliat mereka, saat diantara mereka ada yang terlalu memamerkan kehidupan pernikahannya. Menggembor2kan betapa enaknya menikah, pamer kemanjaan(cenderung sok imut), bahkan dengan gampangnya bilang: "Makanya lo cepetannnn....." kepada teman yg ga terlalu deket dan saat mendengar kabar seorang teman perempuan menikah diusia lewat 27, berkomentar; "akhirnyaaaaaa..sadar jugaaa... baguslah, akhirnya,..kan udah 28 taun..."
HEY.
Siapa lo menilai kesadaran orang lain??? Inget bahwa ga semua orang memiliki jalan dan kemudahan yang sama (untuk menikah) seperti lo. Buat gw, temen yang baik adalah teman yang 100% berbaik sangka, mensupport dan mendoakan. Bukan mencibiri atau menyindir dengan nyinyir dan bawa2 agama dalam nasehat yang tidak pernah diminta. Merasa lebih baik, lebih bahagia&lebih segala2nya daripada yang belum menikah. Berhentilah menyindir2, menasehati tentang enaknya & mudahnya menikah karena tiap orang memiliki pendapat yang berbeda2 tentang kemudahan. Kemudahan untuk kita, belum tentu mudah buat orang lain. Lagipula, siapa tau temen lo yg tadinya seneng dan fine dengan status singlenya, malah jadi kepikiran dan sedih. Pikir lagi, lo teman yang baik atau bukan.

Pernikahan memang tentang 2 orang, tapi proses menuju pernikahan itu sendiri melibatkan keluarga masing2 pasangan. Dan orang yang tidak memikirkan/mempertimbangkan keluarganya saat mau menikah adalah org yg egois menurut gw.



Dalam angan2 gw, di Tahun Baru 2010, gw merayakan bareng suami gw, tapi kenyataannya ngga. Gw ga kecewa/bersedih(M yg sedih :p), karena gw percaya, semua indah pada waktunya dan semakin lama bersabar, pencapaiannya akan lebih indah dan lebih dihargai. Semoga.